Entri Populer

Kamis, 17 Januari 2013

cerpen 12 sky of keys part 2

-->
Yah, layak nya anak biasa, aku pun pergi kesekolah setiap pagi nya. Mengikuti pelajaran yang membosan kan dan bergaul dengan murid-murid lain nya. Di lihat dari luar, bagaimana pun juga aku adalah orang biasa.

            Ehm.. Setidak nya nggak semua hidup ku membosan kan. Terkadang aku menemukan hal-hal menarik di sela-sela hidup ku. Ah, tempat ini. Dekat pusat kota ada sebuah taman dengan beberapa pohon besar berdiri tegap di pinggir nya. Besar dan rimbun. Melihat nya membuat mata ku terasa sejuk.

            “Haah~ andai saja aku nggak perlu kesekolah, mungkin aku akan tidur di bawah salah satu pohon itu,” Gumam ku lemas. “Eh?”

            Seorang pria asing menyita pandangan ku. Yang terlihat aneh adalah pakaian nya. Karna rasa penasaran telah memenuhi otak ku, akhir nya ku berjalan mendekati nya. Tidur? Mata nya terpejam. Rambut nya menari-menari saat angin melewati nya.

            Wajah manis yang belum pernah ku lihat. Rambut nya yang hitam nampak  berkilauan di timpa sinar matahari. Tanpa sadar tangan ini hendak membelai rambut nya yang terlihat lembut itu. Ah, rambut nya lembut. Aku jadi ketagihan mengelus nya.

            Aku yang tanpa sadar sudah berjongkok di dekat nya, dari tadi mengelus-elus rambut nya sambil menatap nya kagum. Wajah lembut nya membuat ku terpesona. Aku juga sedikit merasa aneh. Dari tadi aku sudah mengelus-elus rambut nya, tapi dia diam saja. Tidur? Atau hanya pura-pura tidur?

            “Rambut nya lembut sekali. Rasa nya aku ingin sekali untuk mengelus nya setiap hari.”

            Seperti terbangun dari mimpi nya, pria yang rambut nya tengah ku-elus ini akhir nya membuka mata nya. Karna masih ketagihan, aku sampai-sampai nggak sadar kalau pria berambut pendek ini tengah menatap ku heran.

            “Ah, maaf!,” Begitu sadar aku langsung berdiri. “Maaf, kalau aku mengganggu tidur mu.”

“Tidak apa-apa, kok,” Balas nya lirih.

“Suara nya lembut sekali,” Batin ku takjub.

“Maaf, kau siapa, ya?,” Tanya nya sambil menatap lurus ke kedua mata ku.

“Eh? Aku.. Aku Ichi.”

“Ichi?”

“Maaf, kalau aku sudah mengganggu mu! Sampai jumpa!”

1 komentar: